Warga mengenal Andi Lala tersangka pembunuhan satu keluarga dikenal sebagai orang yang rajin beribadah. Banyak yang mengaku terkejut dengan berita terkait keterlibatan Andi sebagai otak sekaligus eksekutor pembunuh lima anggota keluarga sekaligus di Mabar, Medan, Minggu (9/4), dinihari.
Pasalnya Andi Lala dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah di masjid. "Kami terkejut saat banyak polisi datang pada Minggu (9/4) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.
Mereka bilang Andi Lala terduga pelaku pembunuhan, makanya saya kaget karena Andi rajin salat ke masjid sekaligus aktif di remaja masjid,” ujar Tukino (33), teman sekolah Andi Lala, sekaligus tetangga, saat berbincang-bincang bersama Tribun-Medan.com, Selasa (10/4/2017) siang.
Tukino menceritakan, Andi Lala juga aktif kegiatan masyarakat di kampung seperti rutin hadir ke acara pengajian. Bahkan, selalu menghadiri kegiatan sosial di kampung, sehingga warga kecewa bila benar Andi Lala melakukan pembunuhan.
Tukino yang tinggal satu kampung dengan Andi Lala sengaja datang melihat penggeledahan yang dilakukan personel polri. Ia merasa prihatin sekaligus menyesalkan tindakan temannya tersebut.
Ia menceritakan, sudah puluhan tahun bersahabat dengan Andi Lala, karena dari kecil selalu bermain bersama. Apalagi, mereka juga teman satu sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.
“Saya heran kenapa keji kali, kok tega membunuh orang satu keluarga. Kalau liat keadaan Kinara (4) rasanya sedih kali. Benar-benar kecewa saya bila benar Andi Lala yang membunuh,” katanya.Selain itu, katanya, pasangan Andi Lala dan Reni Safitri hampir belasan tahun menikah. Mereka dianugerahi seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.
Ibunda Reni Safitri (mertua Andi Lala) tinggal di Seirampah, Serdangbedagai. Dia juga punya hubungan keluarga alias sepupu dengan Sri Ariyani, istri dari Riyanto (korban pembunuhan).
Banyak warga mendengar kabar Sri Ariyani dengan Reni cekcok masalah harta warisan. Tersiar kabar keluarga Reni meminta bagian dari penjualan tanah ganti rugi pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi.
"Kalau Andi Lala bekerja sebagai tukang las, sewa tenda untuk orang menikah. Sedangkan istrinya enggak ada kerjaan. Mereka juga dikabarkan sering cekcok," ujarnya.
Tidak hanya itu, Andi Lala merupakan anak bungsu dari empat sekeluarga. Adapun kakaknya paling besar bernama Atik (44), Anto (40), Ila (38) dan Andi Lala.
Oleh sebab itu, Andi Lala dapat warisan rumah tersebut. Andi Lala tinggal berdekatan dengan orangtuanya serta abang kandungnya, Anto.Kediaman orangtua dan abang kandung Andi Lala tepat di belakang rumahnya.
Tersangka pembunuhan satu keluarga Riyanto di Mabar yakni Andi Lala alias Andi Matalata terbilang pembunuh berdarah dingin. Pasalnya dia sempat pergi melayat bersama keluarga besarnya di rumah duka di Mabar, Medan Deli, Minggu (9/4/2017).
Tukino (33) tetangga Andi Lala menceritakan, Andi Lala tidak resah ataupun tegang saat bertemu dan mengantar pemuda kampung ikut lomba balap di Klambir-V, Deliserdang, Minggu (9/4/2017) pagi.
Padahal, pada Minggu (9/4/2017) dinihari, Andi Lala diduga membunuh lima orang yang masih sekeluarga. Seperti Riyanto (40), istrinya Sri Ariyani (38), kedua anaknya Naya (13) dan Gilang Laksono (8) serta Sumarni (60) (mertua Riyanto).
"Dia sempat mengantarkan anak-anak kampung ikut balap sepeda di Klambir-V, sana. Prilakunya juga biasa tidak aneh," katanya saat berbincang dengan Tribun-Medan.com, Selasa (11/4/2017).
Setelah mengantar anak-anak muda kampung melayat, lanjutnya, Andi Lala dikabarkan sempat melayat bersama keluarga dari Sei Rampah.
Setelah itu, pada Minggu (9/4) petang, Andi Lala menjemput anak-anak yang ikut lomba balap sepeda ke Klambir-V.Namun, belasan anak muda yang ikut balap sepeda itu diturunkan di Simpang Penara, Lubukpakam.
"Pada saat polisi datang pada Minggu (9/4) malam ke rumah Andi Lala dia sudah kabur. Ketika polisi datang istrinya juga enggak ada rumah, entah kemana kami tidak tahu," ujarnya.
Petugas kepolisian membawa Hasan Guk, ayah kandung Andi Lala ke Polda Sumut. Tidak hanya itu, polisi juga membawa Tini, kakak ipar Andi Lala untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Polisi juga membawa Riki, teman Andi Lala, yang diketahui warga Gang Masjid Lubukpakam. Warga mengenal Andi Lala berteman akrab dekat dengan Riki.
"Riki dan Andi Lala merupakan teman kompak. Mereka sering kerja sama sebagai panitia balap sepeda di berbagai daerah. Bahkan selalu bersama-sama keluar kampung," katanya.
Sedangkan, Rohaya, warga sekitar menambahkan, Reni Safitri dikenal sebagai perempuan yang taat beribadah. Apalagi, selalu gunakan kerudung saat beraktivitas keluar rumah.
"Kalau Reni itu baik kali, taat beribadah, dan sebagai bendahara pengajian di kampung. Dipukuli suaminya juga sabar, diam aja tidak melawan," ujarnya.
Sebagai bendahara pengajian di kampung, lanjutnya, Reni selalu meminta uang bila ada warga yang kemalangan. Dan memegang uang iuran pengajian di kampung.
Reni juga dikenal sebagai sosok warga yang pendiam. Artinya, tidak banyak cerita tentang masalah keluarga ataupun permasalahan lain kepada teman dekat.
Baca juga:
Oleh sebab itu, banyak warga yang kecewa dengan perbuatan pembunuhan itu. "Yang saya tahu dari cerita warga lainnya. Pada Sabtu (8/4) Andi Lala rental mobil Wak Ucok Gondrong yang rumahnya di Gang Masjid-II Lubukpakam. Wak Ucok dan istrinya juga sudah di bawa ke Polda Sumut," katanya.
![]() |
| Naudzubillah, Andi Lala, Pelaku Pembunuhan Sadis Di Medan Dikenal Aktif Di Masjid |
Mereka bilang Andi Lala terduga pelaku pembunuhan, makanya saya kaget karena Andi rajin salat ke masjid sekaligus aktif di remaja masjid,” ujar Tukino (33), teman sekolah Andi Lala, sekaligus tetangga, saat berbincang-bincang bersama Tribun-Medan.com, Selasa (10/4/2017) siang.
Tukino menceritakan, Andi Lala juga aktif kegiatan masyarakat di kampung seperti rutin hadir ke acara pengajian. Bahkan, selalu menghadiri kegiatan sosial di kampung, sehingga warga kecewa bila benar Andi Lala melakukan pembunuhan.
Tukino yang tinggal satu kampung dengan Andi Lala sengaja datang melihat penggeledahan yang dilakukan personel polri. Ia merasa prihatin sekaligus menyesalkan tindakan temannya tersebut.
Ia menceritakan, sudah puluhan tahun bersahabat dengan Andi Lala, karena dari kecil selalu bermain bersama. Apalagi, mereka juga teman satu sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.
“Saya heran kenapa keji kali, kok tega membunuh orang satu keluarga. Kalau liat keadaan Kinara (4) rasanya sedih kali. Benar-benar kecewa saya bila benar Andi Lala yang membunuh,” katanya.Selain itu, katanya, pasangan Andi Lala dan Reni Safitri hampir belasan tahun menikah. Mereka dianugerahi seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.
Ibunda Reni Safitri (mertua Andi Lala) tinggal di Seirampah, Serdangbedagai. Dia juga punya hubungan keluarga alias sepupu dengan Sri Ariyani, istri dari Riyanto (korban pembunuhan).
Banyak warga mendengar kabar Sri Ariyani dengan Reni cekcok masalah harta warisan. Tersiar kabar keluarga Reni meminta bagian dari penjualan tanah ganti rugi pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi.
"Kalau Andi Lala bekerja sebagai tukang las, sewa tenda untuk orang menikah. Sedangkan istrinya enggak ada kerjaan. Mereka juga dikabarkan sering cekcok," ujarnya.
Tidak hanya itu, Andi Lala merupakan anak bungsu dari empat sekeluarga. Adapun kakaknya paling besar bernama Atik (44), Anto (40), Ila (38) dan Andi Lala.
Oleh sebab itu, Andi Lala dapat warisan rumah tersebut. Andi Lala tinggal berdekatan dengan orangtuanya serta abang kandungnya, Anto.Kediaman orangtua dan abang kandung Andi Lala tepat di belakang rumahnya.
Tersangka pembunuhan satu keluarga Riyanto di Mabar yakni Andi Lala alias Andi Matalata terbilang pembunuh berdarah dingin. Pasalnya dia sempat pergi melayat bersama keluarga besarnya di rumah duka di Mabar, Medan Deli, Minggu (9/4/2017).
Tukino (33) tetangga Andi Lala menceritakan, Andi Lala tidak resah ataupun tegang saat bertemu dan mengantar pemuda kampung ikut lomba balap di Klambir-V, Deliserdang, Minggu (9/4/2017) pagi.
Padahal, pada Minggu (9/4/2017) dinihari, Andi Lala diduga membunuh lima orang yang masih sekeluarga. Seperti Riyanto (40), istrinya Sri Ariyani (38), kedua anaknya Naya (13) dan Gilang Laksono (8) serta Sumarni (60) (mertua Riyanto).
"Dia sempat mengantarkan anak-anak kampung ikut balap sepeda di Klambir-V, sana. Prilakunya juga biasa tidak aneh," katanya saat berbincang dengan Tribun-Medan.com, Selasa (11/4/2017).
Setelah mengantar anak-anak muda kampung melayat, lanjutnya, Andi Lala dikabarkan sempat melayat bersama keluarga dari Sei Rampah.
Setelah itu, pada Minggu (9/4) petang, Andi Lala menjemput anak-anak yang ikut lomba balap sepeda ke Klambir-V.Namun, belasan anak muda yang ikut balap sepeda itu diturunkan di Simpang Penara, Lubukpakam.
"Pada saat polisi datang pada Minggu (9/4) malam ke rumah Andi Lala dia sudah kabur. Ketika polisi datang istrinya juga enggak ada rumah, entah kemana kami tidak tahu," ujarnya.
Petugas kepolisian membawa Hasan Guk, ayah kandung Andi Lala ke Polda Sumut. Tidak hanya itu, polisi juga membawa Tini, kakak ipar Andi Lala untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Polisi juga membawa Riki, teman Andi Lala, yang diketahui warga Gang Masjid Lubukpakam. Warga mengenal Andi Lala berteman akrab dekat dengan Riki.
"Riki dan Andi Lala merupakan teman kompak. Mereka sering kerja sama sebagai panitia balap sepeda di berbagai daerah. Bahkan selalu bersama-sama keluar kampung," katanya.
Sedangkan, Rohaya, warga sekitar menambahkan, Reni Safitri dikenal sebagai perempuan yang taat beribadah. Apalagi, selalu gunakan kerudung saat beraktivitas keluar rumah.
"Kalau Reni itu baik kali, taat beribadah, dan sebagai bendahara pengajian di kampung. Dipukuli suaminya juga sabar, diam aja tidak melawan," ujarnya.
Sebagai bendahara pengajian di kampung, lanjutnya, Reni selalu meminta uang bila ada warga yang kemalangan. Dan memegang uang iuran pengajian di kampung.
Reni juga dikenal sebagai sosok warga yang pendiam. Artinya, tidak banyak cerita tentang masalah keluarga ataupun permasalahan lain kepada teman dekat.
Baca juga:
- Mengerikan, Adu Banteng Avanza Vs Bus Di Puncak, Sang Sopir Langsung Tewas Di Tempat
- Tak Terbayangkan, Ternyata Begini Penampakan Wajah Patung Tugu Pancoran Yang Sebenarnya
- Geger, Kepala Kuntilanak Yang Dipotong Dan Dimasukkan Kedalam Toples
- Semenanjung Korea Memanas, Kini Kapal-Kapal Perang AS Bergerak Ke Utara, Akankah Ini Awal Perang Dunia Berikutnya
Oleh sebab itu, banyak warga yang kecewa dengan perbuatan pembunuhan itu. "Yang saya tahu dari cerita warga lainnya. Pada Sabtu (8/4) Andi Lala rental mobil Wak Ucok Gondrong yang rumahnya di Gang Masjid-II Lubukpakam. Wak Ucok dan istrinya juga sudah di bawa ke Polda Sumut," katanya.
